Bosan dengan Gethuk Magelang? Coba 3 Cemilan Ini

Slogan Kota Harapan sudah berganti dengan Kota Sejuta Bunga. Pun saatnya mengubah mindset dari Kota Gethuk menjadi Kota Makanan Ringan. Sebagai warga asli Magelang, menjawab pertanyaan “Mana gethuknya?” ternyata sama males-nya dengan menjawab pertanyaan “Sudah nikah?”. Yep, malesin.

Lalu setiap orang yang berkunjung ke Kota Magelang yang sejuk dingin segar (selanjutnya hanya akan ditulis Magelang) juga menghadapi pertanyaan senada. Padahal, masih banyak makanan ringan yang bisa dibawa atau dicicip di Magelang.

Apa saja sih alternatifnya? Lanjutkan membaca “Bosan dengan Gethuk Magelang? Coba 3 Cemilan Ini”

Childhood. Rewind [2]

Do you still remember what I said as we entered the buildingWell, yeah. I mean, there was no clear signage of a museum at all. No big letters, no pictures, no guides. The only sign was a chimpanzee that greets the visitor. Yep, a toy chimpanzee that will directly bring you to your childhood

So?

Well, wait. Let me sip my cappuccino..

***

Childhood on display

This place, Museum Anak Kolong Tangga, is not a museum at all. If I may say, it is a time machine. Yes, a time machine.

Can you imagine..strolling along the aisle full of your childhood toys and those eyes are looking at you and lending their imaginary hands to bring you back to your childhood? It’s like…suddenly you are standing in the middle of your playground with Madonna’s song playing as the soundtrack…this used to be my playground~ as you realize that your playground is now a concrete jungle?

…and suddenly you remember all your childhood friends, you start wondering when you can meet them even you have them in your social media accounts? Lanjutkan membaca “Childhood. Rewind [2]”

Lima Cara Menikmati Semarang ala Penduduk Lokal

Semarang. Identik dengan Lawang Sewu, Kawasan Kota Lama, Masjid Agung Jawa Tengah dan Sam Poo Kong. Jika ingin lebih, Bandeng Presto, Sate Kambing Bustaman atau Pasar Semawis bisa menjadi pilihan. Atau yang terkini, wisata alam Brown Canyon?

Setelah semua dikunjungi, lalu apa lagi? Cuma jalan-jalan ke mall, makan di gerai fast food, atau nongkrong di coffeeshop untuk mengisi waktu sambil nyantai dan ngadem?  That’s too mainstream, dude.

Well, kalau hanya mengekor, apalah arti berkunjung ke Semarang, Kas? Kurang greget, istilahnya. Nah, pertimbangkan lima ide berikut, dan frase “he’eh, ya”, ungkapan persetujuan ala Semarangan, pasti akan keluar dari mulut anda. Lanjutkan membaca “Lima Cara Menikmati Semarang ala Penduduk Lokal”