Es Kopi Susu di Tembalang: Mager bisa seger!

Es Kopi Tugoe - es kopi susu di tembalang

Hiruk-pikuk aktivitas di Tembalang seperti tak ada jeda. Otak buntu, deadline (bukan dateline) sudah mengintip, serta teriakan tetangga kamar atau rekan kerja seperti menambah penderitaan tantangan bagi siapa pun yang sedang berjuang demi masa depan. Tinggal tunggu waktu aja, sebelum emosi memuncak, lalu pilih: tutup dan matikan laptop, atau rehat sejenak ditemani es kopi susu? Masalahnya, emang ada es kopi susu di Tembalang yang enak? Bukan es kopi sachet kan? Lanjutkan membaca “Es Kopi Susu di Tembalang: Mager bisa seger!”

Kedai Kopi: dari buket creme blend lalu tersesat di Lost in Coffee

Semarang punya buanyaak sekali kedai kopi, mulai dari kedai kopi yang ada di pusat perbelanjaan, yang instagrammable, yang cocok untuk kerja, sampai kedai kopi keliling. Tapi, ketika ada teman sudah lelah berkeliling Semarang lalu minta diajak ngopi, saya malah bingung. Rasa-rasanya, saya ingin membawanya ke kedai kopi yang khas, bikin betah … lalu muncul keinginan untuk kembali lagi dan lagi. Lanjutkan membaca “Kedai Kopi: dari buket creme blend lalu tersesat di Lost in Coffee”

Foto di Ponsel Terhapus: Coba Gunakan Aplikasi Ini

Foto hasil recovery

Cerita tentang serunya berfoto di hutan pinus, dikejar pedagang di Ben Thanh, dan kisah kopi di kereta seolah berperan sebagai pengingat bahwa tidak ada rencana yang sempurna. Berkaca dari pengalaman, saya belajar bahwa rencana perjalanan hanyalah seujung kuku dibanding dengan kejutan-kejutan lain yang bisa membuat keringat dingin bercucuran atau pasrah menerima kenyataan sambil tertawa miris. Well, salah satunya adalah, selalu cadangkan foto, baik secara otomatis maupun manual. Lanjutkan membaca “Foto di Ponsel Terhapus: Coba Gunakan Aplikasi Ini”

The Cats in the Museum : Tiga Aktivitas untuk Menghabiskan Weekend di Bangkok

Menyusun rencana perjalanan untuk menikmati Bangkok selama 3 hari 2 malam, ternyata….tidak mudah saudara-saudara. Bangkok menawarkan banyak hal. Terlalu banyak malah, mulai dari wisata sejarah, budaya, kuliner, sampai wisata cicip minuman di beberapa bar atau sekadar bercengkrama sambil menghabiskan malam di daerah Patpong dan Soi Cowboy. Ups.

Namun, sukses dengan itinerary Vietnam dan Melaka, rasa-rasanya tantangan AirAsiaGo terlalu sayang untuk dilewatkan, sambil diiringi doa: Semoga #AAGOMakeItReal ini benar-benar jadi perpanjangan tangan Tuhan untuk membawa saya ke Bangkok.

Penerbangan dan Hotel

Untuk menuju Bangkok dari Jakarta, saya sengaja memilih penerbangan paling pagi dari airasiago.co.id pada hari Jumat. Saya pilih bepergian saat akhir minggu karena jatah cuti yang amat sangat terbatas. Lalu untuk kepulangan, saya pilih penerbangan terakhir hari Minggu menuju Jakarta. Intinya, jangan sampai pekerjaan mengganggu rencana jalan-jalan..atau sebaliknya.

Selanjutnya, memilih hotel. Saya terbiasa memilih hotel tematik, unik, bukan sekedar tempat untuk tidur. Pilihan saya, kamar pribadi di Suneta Hostel Khao San. Memang, ada biaya ekstra yang harus dikeluarkan, tapi sebanding dengan kenyamanan tidur tanpa mendengar dengkuran keras dari orang tak dikenal setelah lelah menyusuri Bangkok.

Informasi yang termuat tentang Suneta Hostel di https://www.airasiago.co.id/en/Bangkok-Hotels-Suneta-Hostel-Khaosan.h5269279.Hotel-Information, cukup meyakinkan saya untuk mencoba kamar pribadi di sini. Booking penerbangan dan hotel tentu saja lebih mudah dan murah jika dilakukan lewat web airasiago.co.id.

Tinggal klik-klik pilih tanggal, sudah bisa booking penerbangan dan hotel … plus promo kalau sedang beruntung

Lanjutkan membaca “The Cats in the Museum : Tiga Aktivitas untuk Menghabiskan Weekend di Bangkok”

#SetahunVietnam: Seni Menawar di Ben Thanh Market

Masih maksa minta oleh-oleh? Sumber

Perjalanan yang diwarnai dengan drama kopi dan drama copet belum berakhir. Ben Thanh, pasar di tengah kota Ho Chi Minh, menjadi tempat terakhir yang kami kunjungi. Tadinya, kami hanya penasaran dan ingin melihat langsung pasar tradisional ala Vietnam dan tidak berniat membeli oleh-oleh, tapi printilan khas Vietnam ternyata terlalu menggoda untuk dilewatkan.

Ben Thanh Market  mudah dikenali, bahkan bagi orang asing yang pertama kali ke Ho Chi Minh. Selain memiliki bangunan yang khas, berbentuk persegi, dan dikelilingi oleh trotoar, tulisan Ben Thanh mudah terbaca dari kejauhan.

Bagian dalamnya pun sangat bersahabat bagi pengunjung. Setiap los pasar menjajakan dagangan yang sama, dan lorong-lorong yang memisahkan pun cukup lebar. Kami berpindah dari satu bagian ke bagian lain. Menelusuri lorong makanan hingga lorong pakaian dan sepatu, kembali lagi ke lorong makanan. Belanja suvenir titipan maupun suvenir bagi diri sendiri apakah membuat pengeluaran kami membengkak? Gak lah, karena setiap Dong Vietnam yang akan dibelanjakan di Ben Thanh sudah ada dalam budget. Lagipula, harus aja izin dari menteri keuangan dan persetujuan bersama untuk membelanjakan Dong yang kami punya.

Suasana Pasar Ben Thanh (Sumber)

Lanjutkan membaca “#SetahunVietnam: Seni Menawar di Ben Thanh Market”