Es Kopi Susu di Tembalang: Mager bisa seger!

Es Kopi Tugoe - es kopi susu di tembalang

Hiruk-pikuk aktivitas di Tembalang seperti tak ada jeda. Otak buntu, deadline (bukan dateline) sudah mengintip, serta teriakan tetangga kamar atau rekan kerja seperti menambah penderitaan tantangan bagi siapa pun yang sedang berjuang demi masa depan. Tinggal tunggu waktu aja, sebelum emosi memuncak, lalu pilih: tutup dan matikan laptop, atau rehat sejenak ditemani es kopi susu? Masalahnya, emang ada es kopi susu di Tembalang yang enak? Bukan es kopi sachet kan? Lanjutkan membaca “Es Kopi Susu di Tembalang: Mager bisa seger!”

Kedai Kopi: dari buket creme blend lalu tersesat di Lost in Coffee

Semarang punya buanyaak sekali kedai kopi, mulai dari kedai kopi yang ada di pusat perbelanjaan, yang instagrammable, yang cocok untuk kerja, sampai kedai kopi keliling. Tapi, ketika ada teman sudah lelah berkeliling Semarang lalu minta diajak ngopi, saya malah bingung. Rasa-rasanya, saya ingin membawanya ke kedai kopi yang khas, bikin betah … lalu muncul keinginan untuk kembali lagi dan lagi. Lanjutkan membaca “Kedai Kopi: dari buket creme blend lalu tersesat di Lost in Coffee”

Bosan dengan Gethuk Magelang? Coba 3 Cemilan Ini

Slogan Kota Harapan sudah berganti dengan Kota Sejuta Bunga. Pun saatnya mengubah mindset dari Kota Gethuk menjadi Kota Makanan Ringan. Sebagai warga asli Magelang, menjawab pertanyaan “Mana gethuknya?” ternyata sama males-nya dengan menjawab pertanyaan “Sudah nikah?”. Yep, malesin.

Lalu setiap orang yang berkunjung ke Kota Magelang yang sejuk dingin segar (selanjutnya hanya akan ditulis Magelang) juga menghadapi pertanyaan senada. Padahal, masih banyak makanan ringan yang bisa dibawa atau dicicip di Magelang.

Apa saja sih alternatifnya? Lanjutkan membaca “Bosan dengan Gethuk Magelang? Coba 3 Cemilan Ini”

Lima Cara Menikmati Semarang ala Penduduk Lokal

Semarang. Identik dengan Lawang Sewu, Kawasan Kota Lama, Masjid Agung Jawa Tengah dan Sam Poo Kong. Jika ingin lebih, Bandeng Presto, Sate Kambing Bustaman atau Pasar Semawis bisa menjadi pilihan. Atau yang terkini, wisata alam Brown Canyon?

Setelah semua dikunjungi, lalu apa lagi? Cuma jalan-jalan ke mall, makan di gerai fast food, atau nongkrong di coffeeshop untuk mengisi waktu sambil nyantai dan ngadem?  That’s too mainstream, dude.

Well, kalau hanya mengekor, apalah arti berkunjung ke Semarang, Kas? Kurang greget, istilahnya. Nah, pertimbangkan lima ide berikut, dan frase “he’eh, ya”, ungkapan persetujuan ala Semarangan, pasti akan keluar dari mulut anda. Lanjutkan membaca “Lima Cara Menikmati Semarang ala Penduduk Lokal”

Sesal karena Sate Rembiga

Rembiga yang bikin penasaran!

Beberapa saat setelah mendarat di Lombok International Airport, satu hal yang menjadi ritual adalah check-in di sosmed. Bukan soal gegayaan, tapi sebagai penanda. Terbukti, beberapa kali fasilitas ini membantu saya mengingat detail perjalanan.
Tiba-tiba…

“Miss, di Lombok ya? Cobain sate Rembiga tuh. Aku yang gak doyan sate aja sampe ngabisin 25 tusuk”

“Mbak, jangan lupa nyicip sate Rembiga. Pokokmen nyicip”

Kedua pesan senada ini membuat kening saya berkerut. Sate? Potongan daging yang ditusuk kemudian dibakar di atas bara api kan? Lalu, apa yang membuat sate ini begitu spesial? ah, paling-paling cuma terkenal macam getuk Magelang.

“Waaaa, Mima lagi di Lombok. Kulineran Sate Rembiga doong..”

Wah, belum selesai saya berpikir, ada lagi racun tentang sate Rembiga yang masuk. Makin berkerutlah kening saya.. Lanjutkan membaca “Sesal karena Sate Rembiga”