Gimana rencana perjalanan tahun ini? Sudah berhasil mengunjungi semua tempat yang ada di bucket list? Kalau belum, jangan khawatir, masih ada tahun depan! Yang penting, siapkan tabungan lalu susun itinerary sehingga bisa pilih moda yang paling terjangkau.

Demi kepraktisan, fakir cuti dan sobat miskin seperti saya biasnya pilih naik pesawat, baik penerbangan non-stop atau direct. Lho, sobat miskin kog naik pesawat? Iya lah, asal tau triknya, cari promo tiket pesawat murah itu semudah order kopi lewat aplikasi.

Masalahnya, kadang kenyataan tidak seindah angan-angan liburan. Bisa jadi, saat booking tiket pesawat, karena takut error atau kawatir harganya berubah, kita terburu-buru memasukan tanggal. Hal konyol lain, terbalik memasukkan data bandara asal dan bandara tujuan. Amit-amit dah!

Kalau udah kejadian, salah satu opsinya adalah minta refund. Tapi, sebelum melakukannya, cek lima hal ini dulu ya.

Tahu Subkelas Tiket Pesawat

Tahu dong kalau ada beberapa subkelas dalam pesawat? Meskipun belum ada pengelompokan yang resmi, salah satu website andalan mencantumkan pengelompokan yang mudah dipahami:

  • F dan P : tiket dengan harga termahal (full fare) untuk First Class;
  • J dan C : tiket dengan harga termahal (full fare) untuk kelas Business dan Executive;
  • Y hampir pasti merupakan kode untuk kelas Ekonomi di maskapai mana pun;
  • B, H, L, M, dan V : kode sub-kelas yang membedakan fasilitas atau pembatasan tertentu pada tiket yang Anda beli.

Kalau di Indonesia, maskapai yang punya hampir seluruh kelas di atas adalah Garuda. Tapi kode di atas sifatnya tidak mutlak ya, bisa jadi ada perbedaan antara maskapai satu dan maskapai lain. Juga ada maskapai yang tidak memberlakukan kode di atas, namun menggunakan istilah subkelas O. Contoh maskapai yang pakai kode ini biasanya maskapai bertarif rendah (atau bahasa kerennya LCC, low cost carrier), seperti Lion Air dan Citilink.

Berita bagusnya, secara umum pembatalan atau refund tiket pesawat dari maskapai yang disebut di atas, mengikuti aturan pemerintah Republik Indonesia.

Lalu, bagaimana dengan tiket dari maskapai kebanggaan para pelancong murah, AirAsia? Well, sampai saati ini, AirAsia tidak memungkinkan adanya proses refund tiket akibat kesalahan input data. Jadi ya..jangan sampai salah masukin tanggal atau tujuan ya.

Tiket Kelas Promo tidak bisa refund
Keterangan dari website AirAsia | Sumber: airasia.com

Pahami Aturan Refund Tiket Pesawat untuk Alasan Pribadi

Sebelum mengajukan refund tiket pesawat, pastikan kalian sudah membaca Permenhub No. 185 Tahun 2015. Intinya, ada 2 kategori refund atas permintaan penumpang: Refund karena Alasan Pribadi (termasuk Sakit dan Hamil) dan Refund karena Penumpang Meninggal.

Jika permintaan refund dilakukan oleh Penumpang karena alasan pribadi, perhatikan jangka waktu permintaan refund. Jika permintaan refund tiket pesawat dilakukan makin dekat dengan jadwal penerbangan, nominal pengembalian yang diterima akan semakin kecil. Permenhub No. 185 Tahun 2015 memuat:

  1. pengembalian diatas 72 (tujuh puluh dua) jam oleh penumpang sebelum jadwal  keberangkatan mendapatkan pengembalian paling sedikit sebesar 75% (tujuh puluh lima per seratus) dari tarif dasar;
  2. pengembalian dibawah 72 (tujuh puluh dua) jam sampai dengan 48 (empat puluh delapan) jam oleh penumpang sebelum jadwal keberangkatan mendapatkan pengembalian paling sedikit sebesar 50% (lima puluh per seratus) dari tarif dasar;
  3. pengembalian dibawah 48 (empat puluh delapan) jam sampai dengan 24 (dua puluh empat) jam oleh penumpang sebelum jadwal keberangkatan mendapatkan pengembalian paling sedikit sebesar 40% (empat puluh per seratus) dari tarif dasar;
  4. pengembalian dibawah 24 (dua puluh empat) jam sampai dengan 12 (dua belas) jam oleh penumpang sebelum jadwal keberangkatan mendapatkan pengembalian paling sedikit sebesar 30% (tiga puluh per seratus) dari tarif dasar;
  5. pengembalian dibawah 12 (dua belas) jam sampai dengan 4 (empat) jam oleh penumpang sebelum jadwal keberangkatan mendapatkan pengembalian paling sedikit sebesar 20% (dua puluh per seratus) dari tarif dasar; dan
  6. pengembalian dibawah 4 (empat) jam oleh penumpang sebelum jadwal keberangkatan mendapatkan pengembalian paling sedikit sebesar 10% (sepuluh per seratus) dari tarif dasar dan/atau sesuai dengan kebijakan badan usaha angkutan udara niaga berjadwal.

Pahami Aturan Refund Tiket Pesawat Jika Calon Penumpang Meninggal Dunia

Jika permintaan refund dilakukan dengan alasan penumpang meninggal, Citilink dapat memberikan refund penuh atas tiket yang sudah dibeli, asalkan anggota keluarga dapat menunjukkan dokumen pendukungnya dan disetujui oleh pihak Maskapai. Jika tidak, aturan yang berlaku sama seperti permintaan refund atas alasan pribadi. Lion Air dan AirAsia memiliki kebijakan serupa.

Perlu diperhatikan, setiap maskapai memiliki kebijakan yang berbeda terkait dengan biaya administrasi untuk permintaan refund tiket pesawat. Biasakan baca website masing-masing maskapai dengan teliti. Seperti AirAsia, ada bagian khusus di website resminya yang membahas pengembalian dana yang dipisahkan dengan kategori.

Aturan Pengajuan Refund AirAsia
Aturan Pengajuan Refund AirAsia | Sumber: airasia.com

 

Cara Urus Refund Tiket Pesawat menggunakan Traveloka

Saya lebih memilih untuk membeli tiket pesawat dengan memanfaatkan teknologi internet. Alasan praktis aja, sih. Tinggal pilih, cek data, lalu bayar. Biasanya saat memilih tiket, saya akan memastikan apakah tiket tersebut refundable atau non-refundable, ya buat jaga-jaga aja sih. Prepare for the worst kata orang bule.

Sepanjang pengalaman saya beli tiket di website maupun aplikasi, saya pernah mengalami sendiri mudahnya refund tiket melalui traveloka. Prosesnya mudah, tinggal klik opsi refund, lalu isikan data diri juga alasan mengapa mengajukan pembatalan tiket (ingat ada 2 kategori untuk aturan refund tiket). Ada opsi juga untuk memasukkan nomor rekening, jadi saat ada teman titip beli tiket lalu minta tiketnya dibatalkan, kita bisa memasukkan nomer rekening pribadinya.

Berhitung dengan Cermat  – Siap Rugi

Selain potongan sesuai peraturan pemerintah, Traveloka menetapkan biaya administrasi yang dikenakan untuk setiap permintaan refund. Nah, selisih biaya pembelian dan potongan inilah yang akan masuk ke rekening. Bagi saya, biaya administrasi ini tidak sebanding dengan keribetan yang harus kita alami jika harus urus sendiri ke pihak maskapai.

Traveloka menetapkan bahwa pengembalian tiket pesawat ini paling lama memakan waktu 14 hari kerja (*lirik-lirik menunggu tawaran nulis dari traveloka)

==========

Lalu gimana caranya agar terhindar dari kerugian akibat mengajukan refund tiket? Saran saya sih, teliti sebelum membeli tiket. Jika memang perlu mengajukan refund tiket, lakukanlah jauh-jauh hari, atau maksimal 24 jam sebelum keberangkatan agar pengembalian biaya tiketnya masih “berasa” setelah dipotong. Atau…. sudahlah ikhlaskan saja… selalu ada tiket promo di lain hari.

Referensi:

  1. https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt568c9b4fd4a9e/pahami-tata-cara-irefund-i-tiket-pesawat-anda
  2. https://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt4e6e56a7b9e82/aturan-pemberian-kompensasi-jika-penerbangan-dibatalkan
  3. https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt54daa53705c6a/pahami-hak-dan-kewajiban-penumpang–sebelum-terbang
  4. https://news.detik.com/suara-pembaca/1146487/tidak-dapat-refund-tiket-lion-air-untuk-penumpang-meninggal-dunia
  5. https://www.liputan6.com/bisnis/read/2401982/batal-terbang-masyarakat-kini-bisa-refund-tiket-pesawat

Disclaimer:

Segala informasi yang ada dalam artikel ini adalah benar dan sesuai dengan sumber dan aturan yang berlaku pada saat ditulis. 
Penulis berupaya memperbarui informasi sesuai dengan aturan pemerintah dan maskapai yang berlaku.
Jika pembaca mengetahui perubahan aturan yang belum tercantum, silakan tinggalkan pesan.
Ketahui 5 Hal Ini Sebelum Refund Tiket Pesawat

Satu komentar pada “Ketahui 5 Hal Ini Sebelum Refund Tiket Pesawat

Leave your dotprints

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: