Aim and shoot….or ask permission!

Mengabadikan perjalanan adalah hal yang lumrah dilakukan, baik melalui bidikan kamera, deretan kalimat, atau hanya kepingan-kepingan kenangan yang menetap di kepala. Saya sendiri lebih memilih untuk mengenang melalui foto hasil kamera bawaan ponsel dengan alasan kemudahan dan kepraktisan. Selain itu, karena saya memang tidak punya kamera lain :D.

Sepulang dari (atau selama) rangkaian perjalanan, apa yang harus dilakukan dengan tumpukan foto yang mulai memenuhi galeri dan memori ponsel? Lanjutkan membaca “Aim and shoot….or ask permission!”

Be Selfi(e)sh under the Pine Trees

Magelang pagi ini. Kombinasi kasur, selimut, udara sejuk, dan aroma rumah selalu sukses menggagalkan rencana bangun pagi. Tapi, kali ini, mata dan badan dipaksa waspada sebelum waktunya. Cerewetnya keponakan yang ternyata lebih efektif dari alarm yang terpasang. “Mbaaaak, ayo, katanya mau ke hutan pinus!” *zzzzz, keponakan satu ini memang jago kalau urusan nagih janji*. Sehari sebelumnya, karena penat dengan banyaknya kegiatan, saya memang mengajak adik dan keponakan untuk mengunjungi lokasi wisata yang sedang banyak dibicarakan orang, Hutan Pinus di Kragilan, Pakis, Magelang. Tempat wisata kekinian, demikian istilahnya.

Setelah mandi dan sarapan, kami berenam bersiap. Berbekal hasil googling, kami sudah sepakat untuk mengambil rute Magelang – Tegalrejo – Pakis – Kragilan dan untuk berjaga-jaga, aplikasi penunjuk arah juga sudah menyimpan koordinat lokasi “Top Selfie Pinusan“. Dari Kota Magelang, lokasi ini cukup mudah dijangkau baik menggunakan motor atau mobil pribadi. Arahkan kendaraan ke Tegalrejo lalu naik sedikit ke arah Pakis, lalu ikuti jalan  ke arah Ketep. Sebenarnya, tanpa bantuan GPS pun, lokasi ini mudah ditemukan dengan bantuan papan penunjuk arah. Perjalanan terbilang lancar meskipun jalanan relatif sempit dan tidak rata, bahkan ada perbaikan jalan di beberapa titik. Namun, sebagai penikmat pemandangan, hijaunya perkebunan sayur dan megahnya Gunung Merbabu dapat menjadi pengalih perhatian. Tidak lupa harus tetap waspada karena ada beberapa titik rawan kecelakaan di jalur ini. Lanjutkan membaca “Be Selfi(e)sh under the Pine Trees”

Sesal karena Sate Rembiga

Rembiga yang bikin penasaran!

Beberapa saat setelah mendarat di Lombok International Airport, satu hal yang menjadi ritual adalah check-in di sosmed. Bukan soal gegayaan, tapi sebagai penanda. Terbukti, beberapa kali fasilitas ini membantu saya mengingat detail perjalanan.
Tiba-tiba…

“Miss, di Lombok ya? Cobain sate Rembiga tuh. Aku yang gak doyan sate aja sampe ngabisin 25 tusuk”

“Mbak, jangan lupa nyicip sate Rembiga. Pokokmen nyicip”

Kedua pesan senada ini membuat kening saya berkerut. Sate? Potongan daging yang ditusuk kemudian dibakar di atas bara api kan? Lalu, apa yang membuat sate ini begitu spesial? ah, paling-paling cuma terkenal macam getuk Magelang.

“Waaaa, Mima lagi di Lombok. Kulineran Sate Rembiga doong..”

Wah, belum selesai saya berpikir, ada lagi racun tentang sate Rembiga yang masuk. Makin berkerutlah kening saya.. Lanjutkan membaca “Sesal karena Sate Rembiga”

Night at Ranggawarsita Museum with The Puppets

Museum? In the evening? Well, like…seriously joking? For me, visiting museums has always created a strange excitement. I’m crazy about history, yet, museums, uhm, especially the buildings, give me goosebumps. Spooky. Then, I got this invitation to an event entitled Dolan Museum #1 : Malam bersama Wayang (Visit Museum : An evening with puppets) which was held by Ranggawarsita Museum. Hm… I just had a thought, it must be exciting..there must be many people, then why not? Then from the title, it was clear that the purpose of the event was to introduce various kinds of wayang to the participants. Lanjutkan membaca “Night at Ranggawarsita Museum with The Puppets”