Kategori: Kelana Kota

  • 5 Paket Wisata Semarang 1 Hari: Mana yang Terbaik?

    5 Paket Wisata Semarang 1 Hari: Mana yang Terbaik?

    Memilih tempat tujuan wisata bukan hal mudah bagi kaum pekerja dengan libur terbatas. Perlu pertimbangan matang agar bisa menyusun itinerary atau rencana perjalanan untuk satu hari. Biasanya perjalanan dilakukan di kota yang dapat memberikan beragam tujuan wisata tanpa harus menguras tenaga. Salah kota yang menjadi tujuan adalah Semarang di mana kalian bisa mendapatkan paket wisata Semarang 1 hari.

    Semarang memiliki beragam destinasi wisata yang bisa dipilih untuk mengisi satu hari libur. Paket wisata Semarang 1 hari yang biasa dipilih atau disusun oleh pelaku perjalanan wisata adalah wisata religi, wisata alam, wisata sejarah, wisata kuliner, dan wisata di kota (city tour). Pemilihan paket ini bisa disesuaikan dengan gaya berwisata masing-masing orang maupun tipe wisatawan, seperti wisatawan individu atau bersama keluarga. (lebih…)

  • 5 Kuliner Palangka Raya, Citarasanya Unik dan Khas!

    5 Kuliner Palangka Raya, Citarasanya Unik dan Khas!

    Wisata kuliner tentu nggak boleh dilewatkan kalau kamu sedang berkunjung ke Kota Palangka Raya. Kota cantik yang satu ini punya banyak kekayaan kuliner tradisional dengan citarasa yang unik dan khas. Sejak dahulu, suku Dayak mengandalkan hasil hutan dan hasil sungai sebagai bahan olahan makanan sehari-hari. Nggak heran kalau kulinernya sangat khas dan belum tentu bisa kamu temukan di daerah lainnya. Wah, ada apa saja, ya? Yuk, langsung simak daftar 5 kuliner Palangka Raya berikut ini. (lebih…)

  • The Cats in the Museum : Tiga Aktivitas untuk Menghabiskan Weekend di Bangkok

    Menyusun rencana perjalanan untuk menikmati Bangkok selama 3 hari 2 malam, ternyata….tidak mudah saudara-saudara. Bangkok menawarkan banyak hal. Terlalu banyak malah, mulai dari wisata sejarah, budaya, kuliner, sampai wisata cicip minuman di beberapa bar atau sekadar bercengkrama sambil menghabiskan malam di daerah Patpong dan Soi Cowboy. Ups.

    Namun, sukses dengan itinerary Vietnam dan Melaka, rasa-rasanya tantangan AirAsiaGo terlalu sayang untuk dilewatkan, sambil diiringi doa: Semoga #AAGOMakeItReal ini benar-benar jadi perpanjangan tangan Tuhan untuk membawa saya ke Bangkok.

    Penerbangan dan Hotel

    Untuk menuju Bangkok dari Jakarta, saya sengaja memilih penerbangan paling pagi dari airasiago.co.id pada hari Jumat. Saya pilih bepergian saat akhir minggu karena jatah cuti yang amat sangat terbatas. Lalu untuk kepulangan, saya pilih penerbangan terakhir hari Minggu menuju Jakarta. Intinya, jangan sampai pekerjaan mengganggu rencana jalan-jalan..atau sebaliknya.

    Selanjutnya, memilih hotel. Saya terbiasa memilih hotel tematik, unik, bukan sekedar tempat untuk tidur. Pilihan saya, kamar pribadi di Suneta Hostel Khao San. Memang, ada biaya ekstra yang harus dikeluarkan, tapi sebanding dengan kenyamanan tidur tanpa mendengar dengkuran keras dari orang tak dikenal setelah lelah menyusuri Bangkok.

    Informasi yang termuat tentang Suneta Hostel di https://www.airasiago.co.id/en/Bangkok-Hotels-Suneta-Hostel-Khaosan.h5269279.Hotel-Information, cukup meyakinkan saya untuk mencoba kamar pribadi di sini. Booking penerbangan dan hotel tentu saja lebih mudah dan murah jika dilakukan lewat web airasiago.co.id.

    Tinggal klik-klik pilih tanggal, sudah bisa booking penerbangan dan hotel … plus promo kalau sedang beruntung

    (lebih…)

  • #SetahunVietnam: Seni Menawar di Ben Thanh Market

    Masih maksa minta oleh-oleh? Sumber: travelingyuk.com

    Perjalanan yang diwarnai dengan drama kopi dan drama copet belum berakhir. Ben Thanh Market, pasar di tengah kota Ho Chi Minh, menjadi tempat terakhir yang kami kunjungi. Tadinya, kami hanya penasaran dan ingin melihat langsung pasar tradisional ala Vietnam dan tidak berniat membeli oleh-oleh, tapi printilan khas Vietnam ternyata terlalu menggoda untuk dilewatkan.

    Ben Thanh Market  mudah dikenali, bahkan bagi orang asing yang pertama kali ke Ho Chi Minh. Selain memiliki bangunan yang khas, berbentuk persegi, dan dikelilingi oleh trotoar, tulisan Ben Thanh mudah terbaca dari kejauhan.

    Bagian dalamnya pun sangat bersahabat bagi pengunjung. Setiap los pasar menjajakan dagangan yang sama, dan lorong-lorong yang memisahkan pun cukup lebar. Kami berpindah dari satu bagian ke bagian lain. Menelusuri lorong makanan hingga lorong pakaian dan sepatu, kembali lagi ke lorong makanan. Belanja suvenir titipan maupun suvenir bagi diri sendiri apakah membuat pengeluaran kami membengkak? Gak lah, karena setiap Dong Vietnam yang akan dibelanjakan di Ben Thanh sudah ada dalam budget. Lagipula, harus aja izin dari menteri keuangan dan persetujuan bersama untuk membelanjakan Dong yang kami punya.

    Suasana Pasar Ben Thanh| Sumber: visavietnam

    (lebih…)

  • #SetahunVietnam: Sambutan Hangat Ho Chi Minh City

    Teriakan berulang “Saigon! Saigon!” mengagetkan saya. Sekuat tenaga, saya berusaha membuka mata. Pukul 3.30 pagi. Sepanjang perjalanan masuk kota, Saigon, yang juga dikenal dengan Ho Chi Minh City, mulai bergeliat. Bayangan gedung bertingkat, bersanding dengan bangunan era 60-an, pun tampak lapak pedagang kaki lima. Lampu jalan masih menyala, ditambah warna warni lampu milik pedagang kaki lima yang mulai menata lapak dagangannya. Sekitar 15 menit kemudian, bis mulai melambatkan laju dan berhenti.

    Sambil menunggu nyawa terkumpul, kami bersiap-siap menuju penginapan. Layaknya di pemberhentian bis, beberapa pengemudi taksi menawarkan untuk mengantar kami, tapi saya meyakinkan teman-teman untuk berjalan kaki, “Ayo jalan aja, menurut GPS cuma 15 menit. Lagipula ini sudah hampir pagi, pasti sudah mulai banyak orang beraktivitas”. Demi menghemat biaya, kami pun sepakat berjalan kaki. (lebih…)

  • #SetahunVietnam: Kereta, Kopi, Kita

    The journey, not the destination matters… – T. S. Eliot

    Bagi sebagian orang, melakukan perjalananan sendirian sama halnya dengan pergi berkawan sepi. Tidak ada kawan bertukar pikiran atau sekedar berkelakar di kala perjalanan terasa masih terlalu panjang. Sayangnya anggapan itu tidak berlaku bagi saya. Melakukan perjalanan seorang diri terasa lebih menyenangkan, epriting dipenon yu, saya tidak perlu banyak berkompromi dan bergantung pada orang lain.

    “Je, Vietnam yuk”, ajak Dev lewat WA. “Yuk. Sama siapa aja?” sambut saya yang segera dijawab Dev “Siapa aja yang mau hahaha..”. Ajak kanan-kiri, akhirnya Miya dan Amga bersedia gabung. Wah, Vietnam. Salah satu destinasi impian saya. Akhirnya ada jalan untuk mewujudkan mimpi. Namun saya tidak mau berharap banyak. Perjalanan saya sebelumnya bisa dianggap kurang menyenangkan karena berakhir dengan pertengkaran. (lebih…)