Blog

  • After reading these quotes, just get lost and then…blow your mind!

    Kutipan, atau quotes, sering dijadikan pembenaran terhadap suatu hal. Misalnya nih, kebanyakan remaja ketagihan hal-hal yang mereka anggap menyenangkan (padahal bisa jadi dianggap sebagai perbuatan konyol) bisa saja mengatakan, “Lah, masa muda kan masa yang berapi-api. Boleh lah ngelakuin ini itu onoh”. Rings a bell? Yep, mereka mengutip kata kata Bang Haji…ter..la..lu~

    Saya lebih sering ngerasain benernya suatu kutipan setelah mengalaminya sendiri. Satu kutipan yang benar-benar membuat saya nyletuk “bener juga ya..” adalah kutipan dari Dalai Lama yang saya jadikan tantangan sepanjang tahun 2016…dengan sedikit modifikasi. (lebih…)

  • Tiga Ungkapan demi Perjalanan Mengesankan

    Berkelanalah jauh-jauh, lihat dunia,
    Pelajari hal-hal baru, begitulah kata para bijak.
    Namun kerap yang kita temui dalam perjalanan adalah
    Sesuatu yang tak membutuhkan penjelajahan ke negeri jauh.

    Seandainya saja kita mau melongok ke pojok-pojok terdekat dengan sepenuh hati,
    Ke pekarangan bahkan kepada tembok-tembok sekeliling yang tak lagi tampak
    Akan kita temukan kerinduan akan misteri agung sebagaimana yang akan kita temukan pada ujung-ujung dunia terjauh.

    (Wall with painting, Prague 2005) – Desi Anwar

    Perjalanan sebagai sebuah rangkaian yang tak putus. Dari satu tempat berpindah ke tempat lain, dari solo traveling menjadi jalan berombongan, meninggalkan cerita yang tak bosan diulang atau malah ingin segera dilupakan.

    Pertama kali membaca tulisan Desi Anwar yang dijadikan tantangan #nhclnulis bulan ini, fokus saya langsung tertuju pada kalimat : “kerap yang kita temui dalam perjalanan adalah sesuatu yang tak membutuhkan penjelajahan ke negeri jauh”. Sesuatu yang sebetulnya dapat ditemui tanpa berkelana sampai ke ujung dunia.

    Sesederhana itu kah? Sebagian mungkin akan menjawab: Ya. Namun, tidak bagi saya. Tiga hal berikut justru saya dapatkan ketika saya berada di tempat yang jauh dari rumah.   (lebih…)

  • Alternatif Gethuk Magelang? Coba 3 Cemilan Ini

    Slogan Kota Harapan sudah berganti dengan Kota Sejuta Bunga. Pun saatnya mengubah mindset dari Kota Gethuk menjadi Kota Makanan Ringan. Sebagai warga asli Magelang, menjawab pertanyaan “Mana oleh-oleh Gethuk Magelang?” ternyata sama males-nya dengan menjawab pertanyaan “Sudah nikah?”. Yep, malesin.

    Lalu setiap orang yang berkunjung ke Kota Magelang yang sejuk dingin segar (selanjutnya hanya akan ditulis Magelang) juga menghadapi pertanyaan senada. Padahal, masih banyak makanan ringan yang bisa dibawa atau dicicip di Magelang.

    Apa saja sih alternatifnya? (lebih…)

  • Museum Anak Kolong Tangga: Childhood. Rewind [2]

    Do you still remember what I said as we entered the buildingWell, yeah. I mean, there was no clear signage of a museum at all. No big letters, no pictures, no guides. The only sign was a chimpanzee that greets the visitor. Yep, a toy chimpanzee that will directly bring you to your childhood, Museum Anak Kolong Tangga

    So?

    Well, wait. Let me sip my cappuccino..

    ***

    Childhood on display

    This place, Museum Anak Kolong Tangga, is not a museum at all. If I may say, it is a time machine. Yes, a time machine.

    Can you imagine..strolling along the aisle full of your childhood toys and those eyes are looking at you and lending their imaginary hands to bring you back to your childhood? It’s like…suddenly you are standing in the middle of your playground with Madonna’s song playing as the soundtrack…this used to be my playground~ as you realize that your playground is now a concrete jungle?

    …and suddenly you remember all your childhood friends, you start wondering when you can meet them even you have them in your social media accounts? (lebih…)

  • Wisata Semarang: 5 Cara Menikmati ala Penduduk Lokal

    Wisata Semarang. Identik dengan Lawang Sewu, Kawasan Kota Lama, Masjid Agung Jawa Tengah dan Sam Poo Kong. Jika ingin lebih, Bandeng Presto, Sate Kambing Bustaman atau Pasar Semawis bisa menjadi pilihan. Atau yang terkini, wisata alam Brown Canyon?

    Setelah semua dikunjungi, lalu apa lagi? Cuma jalan-jalan ke mall, makan di gerai fast food, atau nongkrong di coffeeshop untuk mengisi waktu sambil nyantai dan ngadem?  That’s too mainstream, dude.

    Well, kalau hanya mengekor, apalah arti berkunjung ke Semarang, Kas? Kurang greget, istilahnya. Nah, pertimbangkan lima ide berikut, dan frase “he’eh, ya”, ungkapan persetujuan ala Semarangan, pasti akan keluar dari mulut anda. (lebih…)

  • Museum Anak Kolong Tangga: Childhood. Rewind. [1]

    Inside every adult there’s still a child that lingers – Guy Laliberte

    The (private) tour guide said, “The next place we’re going to visit is the one and only museum that will bring you directly to your childhood”. I was just thinking.. what?? another museum?? I thought that my facial expressions and my negative comments on  our previous visits to several museums have already enough to explain how I don’t really like them. Unorganized, spooky, boring, lack of information, … you name it. “Hahaha…you will love this museum. For sure. Satisfaction guaranteed”. Dang! The guide even teased me more. Here’s the story about Museum Anak Kolong Tangga.

    The museum itself is hosted in another building, yet there are no clear signage. I believe, without proper information about this place, the visitors will easily get lost or just wander around without any chance to enter the museum. The only visible sign is this doll and a small poster below it. Aha, Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga also known as Museum Kolong Tangga. Let’s see if there’s something that can impress me. (lebih…)